Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Manusia Makhluk Perkasa



Bismillah, Alhamdulillah. Sholawat dan salam semoga tetap mengalir lembut dari relung-relung kefitroan umat akhir zaman ke pada sanjungannya , Nabi Muhammad SAW. Wa Ba’du.


Manusia dengan segalah kelebihan dan kekurangannya, telah menjadi makhluk yang paling berbeda dengan makhluk-makhluk lainya. Satu-satunya makhluk yang berani menerima Amanah berat dari Allah SWT. Di mana tidak ada satupun Makhluk ciptaan-Nya selain manusia yang  berani menerima amanah tersebut.

Keberanian manusia dalam memikul hal-hal berat inilah yang nampaknya selalu diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa ada sekat yang akan memutuskannya. Mulai dari umat terdahulu hingga

Sediakan 3 Kunci INI dalam Hati mu...


By : Cak Hilal
Ada tiga hal yang menjadikan manusia bisa berdiri tegap mengahadapi dunia dengan kebahagian dan menanti akhirat dengan pengharapa.

Yang pertama, bersungguh sungguh dalam amal kebaikan yang bermanfaat.

bersungguh sungguh merupankan kunci keberhasilan, kemalasan perupakan kunci kegagalan.
keberhasilan merupakan kunci kebahagian, kegagalan merupakan penderitaan.

kebahagiaan merupakan kunci kedermawanan dan kasih sayang, penderitaan merupakan kunci keterpurukan dan keputus asaan.

Sejarah Ashabul Fiil ( Tafsir Surat Al-Fiil)

Penulis : Hilal Ardiansyah S.TH.i
 
Telah diceritakan sebelumnya kisa tentang pembantaian kaum Nasrani di kerajaan Himyar yang berada di Yaman oleh seorang raja kafir  bernama Dzun Nawas. Dalam pembantaian ini hampir 20.000 kaum Nasrani yang mengikuti seruan pemuda yang beriman kepada Allah tewas terpanggang dalam lobang yang di dalamnya telah dinyalakan api yang sangat besar. Dari sekian ribu korban kaum Nasrani tersebut, terdapat satu orang yang berhasil menyelamatkan diri dan lari dari kerajaan Himyar.

Orang tersebut bernama Dawus Dzu Tsalaba. Pelarian Dawuz inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal kerajaan Nasrani  -lebih tepat dikatakan Nasrani Pangan- yang dipimpin  oleh raja

Apa Yang Bisa Kita Banggakan ?





Jika  pada suatu hari anda menjumpai orang yang mempunyai sifat angkuh dan membangga-banggakan apa yang dimilikinya, apa perasaan anda ?. marah, sakit hati atau bahkan tersulut kebencian yang berujung dendam ?. Memang sifat bangga kadang menjadikan orang jengkel dan kadang juga menjadikan orang malas bersahabat dengan siempunya sifat ini.

Nabi SAW mewanti kita supaya kita menjauhi sifat bangga terhadap diri sendiri, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani  bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani dan Anas)

Potensi Gemilang Peradaban Islam



(Oleh : Hilal Ardiansyah putra )

kejayaan islam yang masih terkubur sekian lama, setelah jatuhnya kekuasaan Turki Ustmani karena penghianatan At-Turk di era perang dunia ke dua, nampaknya akan terus berlanjut hingga berabad-abad kemudian. Dunia ini akan menjadi ruang kegelapan yang penuh dengan kebiadaban-kebiadaban umat manusia. Era kegelapan ini akan menjadikan manusia yang hakikinya adalah makluk tingkat tinggi menjadi makhluk rendah dan hina menyamai binatang, bahkan lebih rendah darinya. Era kegelapan ini akan memunculkan individu-individu  baru, yang akan memanusiakan binatang dan membinatangkan manusia. 

Kegelapan di masa yang akan datang akan menjadikan tirani menakutkan bagi umat islam, sebab islam adalah satu-satunya agama yang paling tidak disukai oleh agama-agama lainya. Berbagai macam agama baik sama’I maupun ardhi akan bersatu membuat sebuah konspirasi

Siapa Yang Edan ?



Oleh penulis pemula : Cak Hilal

Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan sebuah pengajian yang di adakan oleh sebuah perguruan di desa saya, dalam pengajian tersebut sang penceramah memberikan sebuah ungkapan yang cukup menarik bagi saya, kurang lebih ungkapan tersebut berbunyi “yang  edan itu bukan dunianya, tapi manusianya yang edan. Dunia itu tetap ngak berubah, yang berubah itu manusianya”.

Statemen tersebut  membuat saya berfikir, memang benar. Bumi dari dulu ya seperti ini. Hukum alam atau sunnatullah juga tetap, namun yang berubah adalah manusianya. Manusia telah berevulusi, bukan evulusi bentuk namun evulusi pemikiran, sifat dan tingkah laku.

Tingkah laku manusia zaman demi zaman akan terus berkembang, sampai titik penghabisan yang biasa kita sebut
Diberdayakan oleh Blogger.

Pencarian

 

© 2013 IPM Solokuro. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top