Jaga Puasa Dapatkan Berkah
Setelah 11 bulan kita menunggu
akhirnya bulan yang selalu kita dambahkan ini datang lagi, hal ini juga berarti
Allah Ta’alah. masih memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri kita dari
noda-noda dosa setahun sebelumnya. Adalah sebuah nikmat yang luar biasa karena
kita dapat berjumpah lagi dengan bulan barokah ini.
Bulan yang mana pintu-pintu surga
dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syeitan-syeitan dibelenggu ini,
hendaknya kita jadikan moment peningkatan loyalitas kita kepada pengguasa alam
jagad raya , sebagai rasa cinta dan pengharapan kita atas surga yang kita idam-idamkan.
Mungkin di antara kita masih banyak
yang belum tahu apa makna dan hakikat
puasa itu sendiri, dan apa pula yang harus dilakukan serta dijauhkan selama
bulan puasa ini, sebab itu sebuah kewajiban bagi kita untuk terus menggali
dan mengkaji ilmu-ilmu agama khususnya
ilmu
By:
Unknown
On 03.00
Memburuh Berkah Bulan Ramadhan
Oleh : Hilal Ardiansya Putra
By:
Unknown
On 17.22
Memburuh Berkah Malam Lailatul Qodar
Written
by : Hilal Ardiansyah Putra
Pada tulisan sebelumnya telah sedikit kami singgung mengenai malam
lailatul qodar, dan pada kesempatan kali ini akan kami coba untuk menguraikanya
kembali sehingga kita bisa menambah lebih jauh wawasan kita mengenai malam
lailatul qodar ini.
Kita tentu tidak asing lagi dengan malam yang satu ini, dulu ketika
kita masih kecil, sering diingatkan
orang tua agar selalu pergi ke masjid ketika malam ganjil sepuluh terakhir dari
ramadhan. Perintah-perintah orang tua tersebut akan selalu melekat dalam
ingatan walau
By:
Unknown
On 04.52
Siapa Yang Edan ?
Oleh penulis pemula : Cak
Hilal
Beberapa hari yang lalu, saya
mendengarkan sebuah pengajian yang di adakan oleh sebuah perguruan di desa
saya, dalam pengajian tersebut sang penceramah memberikan sebuah ungkapan yang
cukup menarik bagi saya, kurang lebih ungkapan tersebut berbunyi “yang edan itu bukan dunianya, tapi manusianya yang
edan. Dunia itu tetap ngak berubah, yang berubah itu manusianya”.
Statemen tersebut membuat saya berfikir, memang benar. Bumi
dari dulu ya seperti ini. Hukum alam atau sunnatullah juga tetap, namun yang
berubah adalah manusianya. Manusia telah berevulusi, bukan evulusi bentuk namun
evulusi pemikiran, sifat dan tingkah laku.
Tingkah laku manusia zaman demi
zaman akan terus berkembang, sampai titik penghabisan yang biasa kita sebut
By:
Unknown
On 02.37
Langganan:
Postingan (Atom)

